Sunday, November 17, 2019

MENGAPA GEMAR MEMBACA?

MENGAPA GEMAR MEMBACA?

Hana kecil tidak lulus TK.
Aku berhenti di kelas 0 besar dan memutuskan belajar mandiri di rumah (aku sungguhan belajar😝).  Memiliki banyak waktu luang, aku menjadi sering bermain. Aku rutin berkunjung ke istana Putri Nirmala yang baik hati dan ke rumah besar Paman Gober yang pelit tapi jenaka.

Ibu tidak pernah membelikan buku, tetapi ada seorang saudara yang selalu memberikan buku cerita secara cuma-cuma. Setiap pulang berkunjung, selalu ada majalah atau buku cerita yang kubawa. Kini buku-buku itu lenyap entah kemana. :(

Bertahun-tahun kemudian, kegemaran membaca mulai berkurang. Ada hal yang lebih menarik di televisi. Mataku beralih dari lembaran kertas bergambar ke layar kaca penuh warna.

Saat kelas 9, guru Bahasa Indonesia memberi tugas untuk membuat resensi novel. Di tengah godaan dari teman-teman untuk meniru dari internet, aku memutuskan pergi ke perpustakaan sekolah untuk meminjam sebuah novel. Meresensi novel itu sendiri. Ketika itu aku menemukan novel berjudul "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" karya Tere Liye.

Duarrr! Aku jatuh cinta dengan novel itu. Jalan ceritanya membuat air mataku luruh seketika. Terlebih banyak pemahaman baik yang kuterima. Ini berbeda saat kecil aku membaca buku anak-anak. Pemahaman yang kuterima sungguh berbeda. Mungkin ini karena diriku mulai beranjak dewasa.

Perpustakaan sekolah di SMP-ku tertata amat rapi. Sayang, pustakawan yang galak membuatku seringkali enggan untuk berkunjung ke sana. Hingga pada akhirnya Ibu pustakawan berdagang, dan aku membeli dagangannya sambil meminjam novel di perpus sekolah. Duarrr! Beliau menjadi amat ramah meski tetap pemarah^^

Sejak itu, kegemaran membacaku kembali. Berawal dari cerita yang ada di majalah, aku beralih membaca novel. Buku tebal berisi ratusan halaman tanpa warna. Hanya tulisan. Tak masalah. Aku menyukainya.

Kegemaran itu bertahan hingga hari ini dan seterusnya. Rasanya, membaca satu buku tak pernah cukup. Setelah selesai membaca, aku selalu memiliki hasrat untuk membaca buku lainnya, khususnya buku yang membahas hal yang tak dibahas tuntas di buku sebelumnya. Ah, selalu begitu siklusnya.

#hanafmdiary #mengapagemarmembaca

No comments:

Post a Comment

Tentang Semester Empat, dan Syukur yang Belum Sempat Terucap

~~~ Guru favoritku selalu berkata bahwa saat di bangku kuliah kita boleh mengejar apapun selama tak melupakan IPK. Menurutnya, IPK adalah ya...