Sunday, December 31, 2017

SAJAK: PAHITNYA KOPI

SAJAK

Pahitnya Kopi
Hanafm

Kutiup ketika panas, ia tak marah.
Kuteguk sedikit-sedikit, ia tak mengeluh.
Kudiamkan hingga dingin, ia tetap ada untukku.

Aku ini bukan pecandu kopi, tapi apakah kamu tahu bahwa kopi adalah teman yang paling setia. Ia rela menemaniku berjam-jam di dalam kafe yang sepi, bahkan ramai oleh gelak tawa. Ia juga tetap ada ketika aku tidak punya uang dan menemaniku di warung kopi sederhana.

Jika kamu bilang kopi itu pahit, aku setuju. Kecuali jika ditambah susu atau gula. Meski begitu, kopi tetaplah kopi. Ia tetap punya ciri khas pahit di lidah.

Namun, pahitnya kopi tidak selalu sejalan dengan pahitnya kehidupan. Karena pahitnya kopi tidak akan sepahit ditinggalkan ketika berada di puncak sedang sayang-sayangnya.
Kukira kamu paham mengenai itu.

Bogor, 2017
Penulis Terpilih Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional dengan tema “Secangkir Kopi” yang diselenggarakan oleh Inkumedia pada tanggal 11 Agustus - 10 September 2017,  dan
diterbitkan dalam buku kumpulan puisi dan sajak “Secangkir Kopi”, Inkumedia.



Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung. Aku juga cinta kamu meski kau tak memberitahu. :) 

Friday, December 22, 2017

PUISI MENYAMBUT HARI IBU: IBU

Selamat tanggal 22 Desember. Selamat hari ibu!
Walaupun mencintai ibu tidak memerlukan hari-hari atau saat-saat tertentu. Cintailah beliau setiap hari. Setiap saat. Setiap waktu. Sepanjang usia.
Selamat menikmati puisiku........ 

Ibu
Karya : Hana Farhani Maulida

Kau pertaruhkan hidupmu
Kau tukar bahagiamu
Kau lakukan semuanya sepenuh hati
Demi aku...

Tiada keluh, apalagi kesah
Meski kutahu kau lelah.

Sedihmu tersembunyi
Pedihmu tersimpan rapi
Pengorbananmu sungguh tiada tepi.

Terima kasih kuucapkan tanpa jemu
Karena pengorbananmu tidaklah semu
Dan sungguh, aku mencintaimu,
Ibu...

Bogor, 30 September 2017.
Juara 2 mini event puisi tema pengorbanan yang diselenggarakan oleh Strong Heart. 

Terima kasih telah berkunjung. :) 

Tuesday, December 12, 2017

RESENSI NOVEL: Lisa's Diary; what she talks about when she talks about love



RESENSI NOVEL
 Lisa's Diary

Judul : Lisa's Diary
Penulis : Arleen A dan Veronica Gabriella
Penyunting : Marina Ariyani
Ilustrasi : Alberta Angela
Desain Cover : Amanda M. T. Castilani
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : 512 halaman
Kategori : Fiksi dan Sastra, Romantis
Harga Buku : Rp 89.000
ISBN: 9786023947102





Tentang Penulis

ARLEEN A
Arleen lahir dan tinggal di Jakarta. Masa kecilnya yang paling bahagia adalah saat-saat liburan di Surabaya,  di rumah Jl. Cimanuk no. 18 milik kakeknya (rumah yang menjadu setting novel ini). Jika tidak sedang bekerja, Arleen menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga atau bersama tulisannya. Ini adalah novel Arleen yang ke-13.
Instagram & Twitter : @arleen315

VERONICA GABRIELLA
Penulis kelahiran Medan yang lagi belajar Public Relation di Universitas Multimedia Nusantara. Sering menyebut dirinya sebagai penjual kenangan. Jatuh cinta berkali-kali dengan puisinya Aan Mansyur dan Lang Leav. Punya hobi nulis ditemani radio tua peninggalan almarhum kakeknya. Suka banget sama mendung sebelum hujan, senja merah, teh earl grey, dan susu cokelat.
Instagram & Twitter : @verooogabriel

Sinopsis

Lisa ... Ia benci semua hal tentang kepindahannya, tapi tak punya pilihan. Penempatan Papa-nya di Surabaya mengharuskannya untuk tinggal di sana selama setahun. Artinya, ia harus meninggalkan sahabat baiknya, sekolah idaman, dan seseorang yang disebut “prince charming”nya. Ia tak bisa membayangkan semua hal itu mendadak jauh darinya.

Lalu ia bertemu Budi. Budi ... Bukan tipe alpha-male yang membuat perempuan-perempuan melirik dan mengelu-elukannya. Hanya lelaki biasa asal Surabaya yang hobi membaca buku-buku arsitektur. Belum lagi, ia sudah terlalu lama membawa kesedihan dalam kehidupan sepeninggal adiknya. Namun, kata orang, lelaki baru menjadi sejati ketika ia menemukan cinta.

Lalu ia bertemu Lisa. Berdua ... Mereka belajar bahwa keputusan untuk bersama bukan sekadar tentang rasa nyaman, melainkan kompromi atas perasaan masing-masing
Mereka sadar kalau waktu punya satuan yang berbeda ketika seseorang memiliki satu sama lain karena dalam jatuh cinta tidak ada kata sementara, melainkan selamanya.
Mereka akhirnya tahu jika setiap harinya menyimpan kejutan tersendiri, yang tidak melulu manis dan asik, bisa juga pahit dan penuh usik

Lalu ... Semesta kerap punya skenario lain. Perpisahan menunggu untuk dijemput. Bila memang tidak ada satu manusia pun yang bisa lari dari takdir, apa yang harus kau lakukan?

Isi

Kepindahan Lisa dari Jakarta ke Surabaya karena pekerjaan sang Ayah membuatnya sangat sedih —walaupun itu hanya selama satu tahun. Ia harus meninggalkan sahabat sejatinya, Christy. Dan pangeran impiannya, Jason.

Lisa merasa kehidupannya di Surabaya akan sangat membosankan. Maka dari itu, ia mulai menghitung hari demi hari. Sejak kepindahannya sampai 365 hari kemudian. Menurutnya, dengan melakukan hal itu semuanya akan terasa lebih cepat.

Di hari pertama di rumah barunya di Surabaya, datanglah sesosok laki-laki kurus, tinggi dan berkacamata membawa rantang susun tiga ke rumahnya. Dengan sifat drama queen yang diturunkan langsung dari Mama-nya, Lisa berasumsi bahwa laki-laki itu adalah penculik anak yang akan menjual organ tubuhnya. Namun ternyata laki-laki itu adalah tetangganya yang bernama Budi.

Berawal dari merenovasi rumah pohon, Lisa dan Budi jadi sering melewati hari-hari bersama. Hal itu mulai membuat Lisa nyaman tinggal di Surabaya. Dan aktifitas favorit Lisa adalah makan martabak di Taman Bungkul.

Kedekatan mereka membuat Lisa galau di hari-hari terakhir menuju kepulangannya ke Jakarta. Hal yang dulu Lisa inginkan terjadi dengan cepat.

Keunggulan

Kelebihan novel ini terletak pada teknik penulisannya, sesuai dengan judulnya, penulis membuat novel ini benar-benar seperti buku harian. Novel ini juga dilengkapi dengan quote pada akhir setiap cerita (diari) dengan menggunakan bahasa Inggris dan terjemahan bahasa Indonesia-nya yang ditulis oleh tokoh di dalam cerita (penulis) maupun sumber lainnya.
Contoh :
"A true friend knows what you need even before you know that you need it."
-Lisa
"Sahabat sejati tahu apa yang kamu butuhkan bahkan sebelum kamu tahu bahwa kamu membutuhkannya."
-Lisa
Selain itu, terdapat ilustrasi di beberapa bagian cerita. Membuat novel ini terasa lebih hidup dan menarik perhatian pembaca.

Kelemahan

Tak lepas dari kelebihan di atas, novel ini juga memiliki kekurangan (walaupun agak sulit untuk menemukannya). Menurutku, ada beberapa cerita yang tidak diceritakan secara lengkap, sehingga terkadang aku —sebagai pembaca— bertanya-tanya, 'kok ceritanya tiba-tiba jadi begini?'

Bahasa

Bahasa yang digunakan pada novel ini adalah bahasa sehari-hari yang mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu juga tidak terdapat kesalahan cetak dalam novel ini.

Nah, sekian resensi novel Lisa's Diary dari aku semoga bisa menjadi gambaran untuk kalian yang mau baca novel ini atau lagi hunting novel.

Oh iya aku juga mau cerita nih, boleh kan? Hehe. Jadi, resensi novel ini adalah postingan pertama di blog aku. Nama dari blog aku juga terinspirasi dari judul novel ini. Eits, tapi aku sama sekali gak ada niat untuk plagiat ya. Konten blog ini juga nantinya bukan hanya tentang cerita kehidupan pribadi aku (seperti novel ini). Buktinya, aku meresensi novel ini, kan? 😝

Mohon maaf atas segala kekurangannya.
Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Tentang Semester Empat, dan Syukur yang Belum Sempat Terucap

~~~ Guru favoritku selalu berkata bahwa saat di bangku kuliah kita boleh mengejar apapun selama tak melupakan IPK. Menurutnya, IPK adalah ya...