“Mohon maaf kalau tulisanku kali ini agak emosional.”
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh...
Halo, teman-teman!
Wah, tidak terasa semester 3 (111) sudah kulalui dan IP-nya sudah keluar. Ini agak gak nyangka sih, karena di jadwal harusnya tanggal 25 Januari 2020 nilai baru keluar, tapi satu hari sebelumnya semua mahasiswa UNJ sudah bisa mengetahui nilainya. Walaupun katanya nilai yang sesungguhnya baru dilihat besok. Well, aku harap besok gak ada perubahan apapun terhadap IP-ku (eh, tapi kalau nilainya nambah boleh deh, hehe).
Dengan sudah dilihatnya IP-ku di semester artinya ini sudah ketiga kali aku membahas 'Tentang IP'. Well, aku mohon maaf kalau tulisanku kali ini agak emosional. Aku dan keluargaku sedang sakit jadi you know lah, ya. Aku sedang tidak dalam kondisi terbaiku. But yeah, aku ingin menceritakan tentang ini tepat waktu ketika euforianya masih benar-benar terasa.
Sesuai judulnya, kali ini IP-ku nilainya masih melangkah malu-malu. Ia persis seperti diriku. Meski begitu, seperti kalian tahu aku gak akan memberitahu nilaiku di tulisan ini, ya walaupun aku memang hanya memberitahu yang perlu tahu aja sih. Bagiku IP adalah suatu hal yang sangat individual. Bukan ajang kompetisi, siapa yang paling tinggi, siapa yang paling rendah. No. IP adalah salah satu dari refleksi selama satu semester ke belakang dan IPK adalah refleksi di semester-semester yang sudah dilalui.
Well, di semester kali ini aku merasa semangatku masih belum optimal. Aku masih merasa belum mengeluarkan sisi terbaikku di semester ini. Aku sudah mencoba, tapi hasilnya masih belum. Aku masih kurang dan belum beruntung dalam beberapa hal, walaupun aku merasa Allah memberiku limpahan rezeki di hal-hal lainnya. Sungguh Dia Maha Baik.
Salah satu hal yang cukup mengangguku di semester ini yaitu tugas kelompok. Aku bukan orang yang baik dalam sebuah tim, aku adalah si introver yang lebih senang mengerjakan sesuatu sendirian. Walaupun aku tetap butuh arahan dengan bertanya dan berdiskusi. Namun dalam kelompok, mau tak mau aku harus bekerjasama. Sayangnya ada satu kelompok yang dalam perjalanannya, sungguh ingin mengeluarkan diri dari kelompok itu saja. Menyebalkan sekali. Meski tidak semuanya semenyebalkan itu, hanya oknum saja. Oknum itu sangat tidak kooperatif terhadap perannya dalam kelompok, tetapi sangat ingin tampil sebagai sorotan. Well, apa aku saja yang sebal terhadap orang seperti itu?
Di sini aku tidak sedang membicarakan siapapun, kecuali kekesalanku sendiri.
Meskipun super kesal, dari hal ini aku ingin mengerti sesuatu bahwa Tuhan tidak tidur. Walau kita berada dalam ruang yang sama, mengerjakan hal yang sama, berproses dalam sesuatu yang sama, namun mengeluarkan effort yang berbeda-beda, result can't lie. Hasil gak bisa bohong. Dari sini juga belajar lagi, bahwa mungkin hasil yang seseorang peroleh bukan hanya dari kecerdasannya, tetapi juga dari usahanya dalam setiap proses.
Yaa Allah, jadikan aku manusia yang lebih bijaksana.
Beralih topik, di penghujung semester ini juga aku mempelajari sesuatu. Bahwa aku dan kita semua tidak boleh menyepelekan mata kuliah apapun. Pada setiap matkul, terdapat kewajiban dan amanah yang sama. Tak peduli itu MKDK, MKU, atau apapun golongannya. Temanku baru saja bilang, belajar adalah amanah tidak seharusnya disepelekan di satu sisi.
Mungkin kali ini aku akan mengakhiri tulisanku sama seperti sebelumnya. IP atau IPK bukan segalanya. Setiap pendaki memiliki puncaknya sendiri. Ada yang tidak begitu mementingkan nilai, ada yang sangat mengejarnya. Namun satu hal, kita tidak berhak menghakimi orang lain atas apapun yang menjadi prioritasnya. Meskipun berada dalam naungan dan jalan yang sama, setiap asa punya tujuan yang berbeda-beda.
Semoga Allah senantiasa menjaga semangat kita dalam menjalankan amanah luar biasa ini. Aamiin.
Sekian tulisanku kali ini. Semoga teman-teman yang membaca tulisan ini dapat mempelajari sesuatu. Buang yang buruk dan ambil yang baik.
Sampai jumpa di Tentang IP semester 4!
(Doain yaa semester selanjutnya ada kabar baik lagi, hehe).